Bimtek Pengolahan Pangan B2SA di Pekon Kuta Waringin: Cegah Stunting dan Dorong Ekonomi Keluarga Lewat Pangan Lokal

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 4825; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 273.8792; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~25: 0.0;

Radar Hukum, Pringsewu
Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) resmi digelar di Pekon Kuta Waringin, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Program edukasi ini dirancang khusus untuk melatih masyarakat dalam mengolah beragam bahan pangan lokal menjadi menu makanan yang tidak hanya lezat, namun juga sehat, bernutrisi tinggi, serta layak konsumsi dan aman bagi kesehatan.

Kegiatan ini memiliki tiga fokus utama yang sangat strategis bagi kesejahteraan masyarakat setempat, yaitu percepatan pencegahan stunting, pemanfaatan optimal potensi sumber daya pangan yang dimiliki daerah, serta mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengolahan hasil bumi menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Harapannya, masyarakat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi harian, tetapi juga dapat meningkatkan taraf hidup lewat pengolahan pangan yang kreatif.

Kepala Pekon Kuta Waringin, Sutrisno, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu tersebut. “Kehadiran program ini sangat kami butuhkan dan kami harapkan dapat berkelanjutan. Ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap kualitas gizi masyarakat serta kemajuan ekonomi keluarga di lingkungan kami,” ujar Sutrisno.

Program B2SA ini diluncurkan atas inisiatif Gubernur Lampung, Mirzani Zauzal, bersama Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas. Dukungan penuh dari pimpinan daerah menunjukkan komitmen bersama untuk menekan angka stunting sekaligus mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam yang ada di setiap desa di seluruh wilayah Lampung, khususnya di Kecamatan Adiluwih.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Ahli Gubernur Lampung, David Kurniawan, hadir langsung untuk memaparkan secara rinci teknis pelaksanaan program. Ia menjelaskan prinsip-prinsip dasar pengolahan pangan B2SA, cara memilih bahan baku yang tepat, teknik pengolahan yang menjaga kandungan gizi, hingga cara penyajian dan penyimpanan yang aman agar kualitas pangan tetap terjaga.

David Kurniawan juga menekankan bahwa pemanfaatan pangan lokal bukan hanya solusi untuk pemenuhan gizi, melainkan juga langkah strategis mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar daerah. Masyarakat diajak untuk mengenali kembali potensi tanaman pangan yang tumbuh di sekitar lingkungannya, yang ternyata memiliki kandungan gizi yang tidak kalah baik dibandingkan bahan pangan lainnya.

Kegiatan Bimtek ini berjalan dengan antusiasme tinggi dari warga Pekon Kuta Waringin dan sekitarnya. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat ke dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terwujud masyarakat yang lebih sehat, bebas dari risiko stunting, serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha berbasis pangan lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
(bang Joe)

error: Content is protected !!