Polisi Humanis di Pringsewu Rangkul Remaja, Cegah Perilaku Negatif dengan Pendekatan Persuasif

Radar Hukum, Pringsewu 
Masa remaja adalah fase penting dalam pencarian jati diri, namun juga rentan terhadap pengaruh negatif. Menyadari hal ini, Aipda Heri Purwanto, personel Polsubsektor Adiluwih, Polsek Sukoharjo, Polres Pringsewu, melakukan pendekatan humanis untuk membina remaja di wilayahnya.

Remaja sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, judi online, minuman keras, hingga aksi meresahkan lainnya. Pembinaan remaja tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah, tetapi membutuhkan peran aktif keluarga, lingkungan, dan aparat keamanan.

Aipda Heri Purwanto dikenal sebagai polisi yang ramah dan humoris. Di sela tugas patroli, terutama malam hari, ia menyempatkan diri menyapa dan mengobrol santai dengan remaja. Obrolan ringan diselingi canda, namun sarat pesan positif.

Alih-alih menasihati dengan nada keras, Aipda Heri memilih pendekatan persuasif. Ia mendengarkan cerita keseharian remaja, berdiskusi tentang cita-cita, dan mengajak mereka menjauhi pergaulan negatif serta mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat.

“Anak muda itu sebenarnya hanya butuh didengar. Kalau kita dekati dengan baik, mereka juga terbuka,” kata Aipda Heri. Ia percaya bahwa langkah kecil seperti menyapa dan berdialog bisa berdampak besar jika dilakukan konsisten. Ia berharap remaja sadar bahwa masa depan mereka terlalu berharga untuk disia-siakan.

Upaya Aipda Heri mendapat respons positif dari warga. Slamet, warga Pekon Tunggul Pawenang, mengapresiasi pendekatan humanis yang dilakukan polisi. Ia merasa terbantu karena cara Aipda Heri membuat anak-anak segan namun juga nyaman.

Kapolsek Sukoharjo, AKP Juniko, menegaskan bahwa pembinaan remaja adalah bagian dari strategi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Tugas Polri bukan hanya menindak pelanggaran hukum, tetapi juga mencegah sejak dini melalui pendekatan sosial.

“Polisi harus hadir di tengah masyarakat, menjadi pelindung sekaligus pengayom. Dengan komunikasi yang baik, potensi gangguan bisa dicegah sebelum terjadi,” jelas AKP Juniko. Pendekatan dialog dan pembinaan menjadi kunci menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah tantangan sosial yang dihadapi generasi muda. (Red)

error: Content is protected !!