Guru di Kabupaten Pringsewu Belajar Kecerdasan Artifisial

Radar Hukum, Pringsewu 
Sebanyak 85 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Pringsewu mengikuti pelatihan “AI Goes To School” yang digelar Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Lampung. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela di Aula Utama Pemkab Pringsewu, Kamis (27/11/2025). Para peserta merupakan perwakilan guru PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA yang didorong untuk memahami teknologi kecerdasan artifisial sebagai inovasi dalam dunia pendidikan.

Wagub Lampung dr. Jihan Nurlela dalam sambutannya mengatakan bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat harus diimbangi oleh kemampuan manusia dalam menguasainya. Dunia pendidikan, menurutnya, memiliki peran strategis dalam memastikan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara cerdas dan produktif.

Melalui pelatihan AI ini, ia berharap para guru dapat meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan teknologi penunjang kerja, mulai dari manajemen pembelajaran hingga penyusunan administrasi. Namun demikian, Jihan menegaskan bahwa manusia tetap harus menjadi pengendali teknologi, bukan sebaliknya.

Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas memberikan apresiasi atas dipilihnya Pringsewu sebagai kabupaten pertama di Lampung yang menjadi percontohan penerapan pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial. Hal ini dinilai selaras dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.

Bupati mengimbau peserta untuk mengikuti rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diaplikasikan dan ditularkan kepada guru lain di lingkungan sekolah masing-masing. Dengan begitu, manfaat program ini bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan bagi dunia pendidikan di Pringsewu.

Plt Koordinator Mafindo Lampung Yoga Pratama menjelaskan bahwa “AI Goes to School” merupakan program pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan literasi teknologi di kalangan pendidik. Teknologi kecerdasan artifisial dinilai menjadi kebutuhan penting dalam pembelajaran modern untuk mendukung efektivitas pengajaran dan interaksi dengan peserta didik.

Program ini juga dirancang untuk memperkenalkan pemahaman dasar AI, meningkatkan kompetensi penggunaan teknologi berbasis kecerdasan artifisial, sekaligus menanamkan kesadaran etika dalam pemanfaatannya. Guru diharapkan mampu beradaptasi pada perubahan zaman dengan menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inovatif dan inklusif.

Kegiatan ini turut dihadiri Wabup Pringsewu Umi Laila, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, para asisten bupati, staf ahli, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait yang ikut memberikan dukungan terhadap transformasi pendidikan berbasis teknologi di Kabupaten Pringsewu. (Joe)

error: Content is protected !!